Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

5 Cara Pancing Anak Lancar Berbicara

Setiap anak akan mengembangkan kemampuan baru seiring bertambahnya usia dan sesuai tumbuh kembangnya. Ada anak lancar berbicara terlebih dahulu, banyak juga yang lebih dulu bisa berjalan. Anak memang berkembang dengan kecepatan masing-masing dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan, asalkan anak tumbuh dengan sehat.

Umumnya, anak akan mulai belajar berbicara sejak usianya 6 bulan hingga 2 tahun, namun tergantung dari kemampuan masing-masing anak. Ada pula beberapa faktor penyebab anak lambat berbicara (speech delay), seperti adanya kelainan pada struktur rongga mulut, kurangnya dukungan dari lingkungan, gangguan pendengaran, spektrum autisme, hingga anak memang kesulitan dalam memahami kata-kata.

Sehingga, tidak ada salahnya jika Ayah dan Bunda menstimulasi anak lancar berbicara sejak dini. Nah, ada berbagai cara yang bisa Ayah dan Bunda lakukan supaya buah hati lebih mudah belajar berbicara.

  1. Rajin Ajak Anak Berkomunikasi

Kunci utama untuk mendorong anak lancar berbicara adalah dengan rajin mengajak anak berkomunikasi, bahkan sejak mereka bayi. Dengan sering mendengar kata-kata dan kalimat, anak akan lebih mudah untuk memahami dan nantinya meniru kalimat tersebut.

Hal inilah yang membuat setiap anak lancar berbicara ‘bahasa ibu’, karena bahasa ibulah yang pertama kali mampu diucapkan oleh anak. Seiring mereka tumbuh, di usia TK/PAUD, Ayah dan Bunda bisa mulai mengenalkan mereka dengan istilah-istilah seperti nama-nama hewan, hari, atau warna dalam bahasa Inggris.

Selain memicu anak lancar berbicara, rajin mengajak anak berkomunikasi juga sangat membantu Ayah dan Bunda lebih dekat dengan mereka, dan menumbuhkan hubungan yang hangat antara anak dan orang tua. Jika sedari bayi anak sudah terbiasa mendengar suara Ayah dan Bunda, mereka pun akan semakin memiliki ikatan yang kuat dan perasaan aman.

  1. Ajak Anak Menonton Video Interaktif

Cara kedua untuk memancing anak lancar berbicara adalah dengan mengajak mereka untuk menonton video interaktif. Dengan menonton video interaktif, anak akan lebih mudah memahami perkataan orang lain, dan terdorong untuk membalas percakapan. Apalagi jika video dibuat begitu menarik dan interaktif.

Video-video yang menggunakan lagu dan nyanyian juga bisa memancing anak lancar berbicara serta menambah kosakata baru bagi mereka. Video interaktif yang menampilkan anak-anak juga bisa mengajarkan buah hati untuk bersosialisasi dan berbicara dengan teman seusianya.

  1. Bersosialisasi dengan Orang Lain

Tips selanjutnya adalah dengan mengajak anak bersosialisasi dengan orang lain, baik itu tante, om, kakak, adik, tetangga, atau teman seusianya. Selain menjadi lebih mudah berbicara, membiasakan anak bersosialisasi dengan orang lain juga sangat baik untuk membentuk karakter dan sifat mereka, menjadikannya anak yang berani, tidak pemalu, terbuka, dan mampu mengutarakan pendapatnya.

  1. Aktivitas yang Memicu Anak Bicara

Ayah dan Bunda juga bisa fokus pada aktivitas yang memicu anak berbicara. Anak bisa melakukan kegiatan seperti bernyanyi atau dibacakan buku cerita. Dengan bernyanyi, anak akan terbiasa untuk melafalkan lirik. Sementara dengan dibacakan buku cerita, anak akan menambah kosakata dan semakin pintar memahami konteks.

Selain itu, Ayah dan Bunda juga bisa melakukan aktivitas menyenangkan seperti bercerita menggunakan hand puppet atau bermain flash card (kartu bergambar). Bunda bisa menyebutkan nama-nama dari gambar yang ada di kartu, dan meminta anak untuk mengulangi pengucapan nama tersebut dengan benar.

  1. Membawa Anak ke Terapi

Langkah terakhir untuk merangsang anak lancar berbicara adalah dengan membawanya ke terapi. Seperti yang disebutkan sebelumnya, ada berbagai faktor penyebab terlambatnya anak berbicara. Daripada Ayah dan Bunda mengira-ngira sendiri, lebih baik membawanya kepada ahlinya supaya diketahui penyebab dan cara mengatasinya.

Jika pada usia empat tahun menjelang anak masuk usia TK mereka belum bisa berbicara, mereka bisa rentan mengalami tantrum dan stres karena kesulitan mengutarakan keinginan mereka. Maka dari itu, Ayah dan Bunda harus memperhatikan tumbuh kembang anak, termasuk kemampuan mereka dalam berbicara.

Dalam membantu Ayah dan Bunda mendorong anak lancar berbicara, tekakita hadir sebagai solusi. Dengan tekakita, anak akan diberikan berbagai macam video interaktif, cerita-cerita dongeng, juga aktivitas fisik lainnya yang bisa memicu anak lancar berbicara.

Dengan belajar dan bermain bersama tekakita, anak juga akan terdorong untuk berkomunikasi dengan orang tua. Tidak hanya anak jadi lancar berbicara, Ayah dan Bunda juga bisa menghabiskan waktu yang berkualitas bersama si kecil! 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *