Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Ayah dan Bunda, Ajarkan 5 Hal Ini dalam Pendidikan Anak Usia Dini

Disebut-sebut sebagai golden age atau periode emas, banyak hal penting yang harus ditanamkan pada anak sejak dini. Karena apa yang diajarkan sedini mungkin kepada anak akan membentuk karakter dan pola pikirnya hingga nanti dia dewasa. Ayah dan Bunda, ada beberapa hal penting nih yang patut diperhatikan dalam pendidikan anak usia dini.

Golden age atau periode emas sendiri bisa diartikan sebagai masa-masa awal kehidupan si kecil, atau sekitar usia 0-6 tahun. Pada usia ini, anak akan tinggi rasa ingin tahunya, sekaligus akan menjadi masa-masa krusial yang akan menentukan karakter anak seiring mereka tumbuh dewasa.

Ayah dan Bunda mungkin harus berhati-hati dalam mencontohkan sikap dan perbuatan kepada anak, karena di usia ini anak sangat pintar meniru dan sangat baik dalam mengingat.

Nah, selagi usia mereka bagaikan sponge yang bisa dengan cepat menyerap berbagai hal, ada lima hal penting yang bisa kita ajarkan dalam pendidikan anak usia dini. Apa saja itu?

  1. Mendorong Anak untuk Aktif

Hal pertama yang harus diajarkan kepada si kecil dalam pendidikan anak usia dini adalah mendorong anak untuk terus aktif. Aktif di sini dapat diartikan di mana anak ikut serta dalam pembelajaran, mau berinteraksi dengan orang lain, lingkungan, gagasan, konsep, serta pemahaman baru.

Dorong anak untuk berani mengungkapkan pendapat dan gagasannya, serta pancing anak untuk memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Hal ini bisa dilakukan dengan mengajak anak berdiskusi tentang suatu hal, misalnya menanyakan hobi, cita-cita, hingga makanan kesukaannya.

Ayah dan Bunda juga bisa mengajarkan hal-hal baru kepada mereka, seperti membawanya ke kebun binatang, ke museum, atau menonton video tentang fenomena alam, yang bisa memancing rasa penasaran mereka.

Menjadi aktif juga dapat dikaitkan dengan aktivitas fisik yang membuat anak banyak bergerak. Ayah dan Bunda bisa mengajak mereka untuk berolahraga, bermain permainan fisik seperti bermain lego, menari, bernyanyi, dan masih banyak lagi.

  1. Meningkatkan Kreativitas Anak

Selanjutnya yang perlu diperhatikan dalam pendidikan anak usia dini adalah meningkatkan kreativitas anak. Menumbuhkan kreativitas sejak dini sangat penting untuk membuat anak mampu menemukan ide-ide dan solusi dalam masalah ketika ia tumbuh dewasa.

Menumbuhkan kreativitas juga membuatnya menjadi berani dalam mencoba hal baru, tak takut untuk mengeksplor diri, juga mampu mengekspresikan dirinya.

Ada banyak hal yang bisa Ayah dan Bunda lakukan untuk meningkatkan kreativitas anak. Ayah dan Bunda bisa memberikan anak mainan yang mengasah kreativitas dan imajinasi, seperti mainan alat musik hingga mainan masak-masakan. Memberikan boneka atau robot-robotan kepada anak dan membiarkannya berimajinasi dalam menyusun cerita juga bisa mendorong kreativitas anak.

Selain itu, Ayah dan Bunda juga bisa mengajak anak untuk menggambar, mewarnai, menari, hingga menyanyi.

  1. Ajarkan Sikap dan Kebiasaan yang Baik

Salah satu hal terpenting dalam pendidikan anak usia dini adalah mengajarkan sikap dan kebiasaan yang baik, karena ini akan sangat membentuk karakter, sifat, dan kebiasaan anak hingga ia tumbuh dewasa.

Ajarkan anak untuk berperilaku sopan, berbicara baik, mandiri, berempati kepada orang lain, pantang menyerah, dan berani. Selain itu, terdapat banyak kebiasaan yang harus mulai dibiasakan sejak kecil kepada anak-anak, seperti menjaga kebersihan, bertanggung jawab, membuang sampah pada tempatnya, etika makan yang baik, bagaimana menghargai orang yang lebih tua, dan masih banyak lagi.

Hal-hal ini pun sebaiknya juga selalu dicontohkan oleh Ayah dan Bunda, karena anak akan meniru kebiasaan orang-orang di sekitarnya. Semakin dini anak diajarkan dengan sikap dan kebiasaan yang baik, semakin kuat itu akan tertanam sebagai karakternya.

  1. Tumbuhkan Kemandirian dan Keberanian

Selanjutnya, dalam pendidikan anak usia dini, diperlukan untuk menumbuhkan rasa kemandirian dan keberanian, karena hal itu akan sangat dibutuhkan seiring ia beranjak dewasa. Dengan menjadi mandiri, anak terlatih untuk berdiri di kaki sendiri dan berusaha memecahkan masalah yang dihadapi tanpa bergantung pada orang lain. Dan dengan bersikap berani, anak akan bersemangat untuk mencoba hal-hal baru dan belajar banyak hal.

Hal yang perlu dilakukan Ayah dan Bunda untuk menumbuhkan kemandirian dan keberanian si kecil adalah dengan terus menanamkan pikiran positif, seperti bahwa mereka bisa menjadi apa pun yang diinginkannya asal terus berusaha dan tidak apa-apa bila gagal dalam sesuatu. Puji mereka ketika melakukan sesuatu, seperti ketika ia menggambar atau bernyanyi, atau bahkan berani menjawab pertanyaan.

Ayah dan Bunda juga harus memberinya kepercayaan serta kesempatan untuk mencoba hal baru, seperti bermain pasir di pantai, melukis dengan cat, atau membantu Bunda membuat kue.

  1. Dorong Anak Berpikir Kritis

Mampu berpikir kritis akan sangat dibutuhkan seorang anak hingga ia tumbuh dewasa nanti. Tujuannya adalah agar ia mampu memahami konsep dengan baik serta mampu menyelesaikan masalah.

Maka dari itu, dalam pendidikan anak usia dini, Ayah dan Bunda bisa mengajak mereka untuk berdiskusi, memintanya menjelaskan sesuatu, meminta pendapatnya tentang sesuatu, hingga mendorongnya untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi.

Nah, itu dia beberapa hal yang perlu diperhatikan Ayah dan Bunda dalam pendidikan anak usia dini. Untuk membantu Ayah dan Bunda mengajarkan hal-hal tersebut, Ayah dan Bunda bisa memercayakannya kepada tekakita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *